Home » » Periodontitis Infeksi Pada Jaringan Penyangga Gigi

Periodontitis Infeksi Pada Jaringan Penyangga Gigi

Anita mengeluh, giginya sakit saat mengunyah padahal gigi tidak berlubang.  Saat sikat gigi sering berdarah dan bila sedang sakit gigi terasa goyang. Apakah yang terjadi dengan gigi Anita tersebut?

Ada banyak penyebab sakit gigi, tanpa ada lubang pada gigi. Dari keluhan yang Anita rasakan diagnosa mengarah pada Periodontitis. Periodontitis adalah peradangan atau infeksi pada jaringan penyangga gigi. Suatu keadaan dimana perlekatan antara jaringan periodontal dengan gigi mengalami kerusakan.

Periodontitis Infeksi Pada Jaringan Penyangga Gigi
Berawal dari gingivitis (peradangan atau infeksi pada gusi) yang tidak dirawat. Infeksi akan meluas dari gusi ke arah tulang di bawah gigi sehingga menyebabkan kerusakan yang lebih luas pada jaringan periodontal.

Periodontitis menjadi penyebab gusi mengalami penurunan, sehingga permukaan akar terlihat dan sensitivitas gigi terhadap panas dan dingin meningkat. Gigi dapat mengalami kegoyangan karena adanya kerusakan tulang. Yang termasuk jaringan penyangga gigi atau jaringan periodontal adalah gusi, tulang alveolar, ligamen periodontal (selapis tipis jaringan ikat yang memegang gigi dalam kantongnya dan juga berfungsi sebagai media menempelnya gigi dan tulang).

Penyebab terjadinya periodontitis


Penyebab utama terjadinya periodontitis adalah plak. Plak merupakan selapis tipis film yang terdiri dari bakteri, produk bakteri, dan sisa makanan. Plak melekat erat di permukaan gigi berwarna putih atau putih kekuningan. Plak yang menyebabkan gingivitis dan periodontitis adalah plak yang berada di leher gigi (perbatasan antara gigi dan gusi). Bakteri dan produknya dapat menyebar ke bawah gusi sehingga terjadi proses peradangan dan terjadilah periodontitis.

Periodontitis pada tahap awal tidak menimbulkan sakit, sehingga pasien kadang tidak menyadarinya. Tandatanda yang ditimbulkan adalah :

  1. Gusi mudah berdarah terutama saat menyikat gigi; 
  2. Gusi berwarna merah, dapat disertai adanya pembengkakan, konsistensi lunak; 
  3. Gusi turun, menyebabkan gigi terlihat lebih panjang; 
  4. Pada keadaan yang sudah parah terdapat nanah di antara gigi dan gusi; 
  5. Gigi goyang. 

Bila Anda menemukan tanda-tanda di atas, segera berkonsultasi dengan dokter gigi Anda. Dokter akan melakukan beberapa pemeriksaan. Pemeriksaan rontgen diperlukan dalam kasus ini. Bila diagnose sudah ditegakkan dokter gigi akan melakukan perawatan sesuai dengan keadaan dari gigi tersebut.

Sumber: Drg Etty M Hustiowati